Jumat (28/5), dibalik musibah pandemi Covid-19, ada hikmah yang dirasakan oleh masyarakat perkotaan yang terdampak dari sisi ekonomi. Kondisi ini memicu berkembangnya kreativitas untuk memperbaiki keterpurukan karena usaha yang bangkrut, dirumahkan dll. Sementara kebutuhan hidup tidak bisa ditunda. Disisi lain kondisi pandemic membuat banyak pihak semakin memperhatikan kualitas konsumsi untuk menjaga dan meningkatkan imun maupun kesehatan. Ini adalah peluang yang harus ditangkap untuk menjadi ladang wirausaha. Fakultas Pertanian UWKS melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat di RW 3 Dukuh Kupang Kel. Dukuh Kupang Kec, Dukuh Pakis Kota Surabaya, memfasilitasi transfer of knowladge maupun technologi untuk menumbuhkan jiwa kemandirian di Era New Normal melalui budidya sayur organic menggunakan  teknik microgreen dengan memanfaatkan barang bekas.  

Kegiatan transfer ilmu pengetahuan dan teknologi kepada sasaran diberikan melalui pelatihan entreprenuership, teknik marketing, manajemen kelembagaan serta pelatihan dan pendampingan pelaksanaan teknik budidaya Microgreen. Multi manfaat diperoleh melalui kegiatan ini, disamping dapat dimanfaatkannya lahan sempit diperkotaan untuk kegiatan produktif,memenuhi ketersediaan pangan sehat berkualitas, karena sayuran microgreen yang masa panennya hanya 10-14 hari menghasilkan produk pangan yang kaya vitamin,mineral,  anti oksidan, betakarotin, minyak nabati dan protein yang lebih lengkap serta nilai ekonomisnya lebih tinggi dibanding sayuran yang berusia tua. Dengan pemanfaatan barang bekas sebagai tempat menanam juga membantu program pemerintah Kota Surabaya mewujudkan Surabaya yang Green and Clean.

File terlampir
image.jpg