LPPM UWKS Gelar Coaching Clinic Proposal Penelitian BRIN 2026 Bidang Saintek dan Sosial Humaniora

SURABAYA, 13 Mei 2026 — Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Wijaya Kusuma Surabaya (LPPM UWKS) menggelar Coaching Clinic Proposal Penelitian BRIN Bidang Saintek dan Sosial Humaniora pada Selasa–Rabu, 12–13 Mei 2026. Kegiatan dua hari yang berlangsung pukul 09.00–15.00 WIB ini secara resmi dibuka oleh Wakil Rektor I UWKS, Dr. Ir. Endang Retno Wedowati, MT, dan diikuti dosen UWKS bersama peserta dari sejumlah perguruan tinggi mitra yang sedang mempersiapkan proposal hibah Riset dan Inovasi untuk Indonesia Maju (RIIM) BRIN Tahun Anggaran 2026.

Coaching clinic ini merupakan ikhtiar LPPM UWKS untuk meningkatkan kuantitas sekaligus kualitas proposal dosen UWKS yang diajukan ke skema pendanaan riset nasional, khususnya program RIIM Batch 2 yang dikelola oleh Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN). Seluruh peserta yang mendaftar disyaratkan telah memiliki draft naskah proposal sesuai template BRIN, sehingga kegiatan benar-benar berfungsi sebagai klinik penyempurnaan, bukan pelatihan dasar.

Pembukaan Coaching Clinic Proposal Penelitian BRIN oleh Wakil Rektor I UWKS, Dr. Ir. Endang Retno Wedowati, MT., Selasa (12/5).

Dalam sambutannya, Dr. Endang Retno Wedowati menekankan bahwa partisipasi dosen pada hibah eksternal merupakan indikator penting daya saing institusi sekaligus bagian dari komitmen UWKS mendukung program Diktisaintek Berdampak. Wakil Rektor I juga mendorong agar setiap peserta memaksimalkan sesi pendampingan supaya proposal yang diajukan benar-benar siap berkompetisi di tingkat nasional.

Sebelumnya, Ketua LPPM UWKS, Dr. Santirianingrum Soebandhi, SE., M.Com, dalam laporannya menyampaikan apresiasi atas antusiasme peserta dan berharap coaching clinic dapat membantu peserta menyempurnakan draft proposal yang akan diajukan ke BRIN.

Menariknya, kegiatan ini tidak hanya diikuti dosen di lingkungan UWKS, tetapi juga peserta dari sejumlah perguruan tinggi mitra, yakni Universitas PGRI Adi Buana Surabaya, Universitas Maarif Hasyim Latif (UMAHA) Sidoarjo, Universitas Negeri Surabaya (UNESA), dan Universitas Cipta Wacana Malang. Kehadiran peserta lintas kampus tersebut memperkaya dinamika diskusi selama dua hari kegiatan.

Dr. Phil. Hendris Wongso, S.Si. (Peneliti BRIN) menyampaikan kebijakan dan skema pendanaan penelitian BRIN pada sesi materi penuh hari pertama, Selasa (12/5).

Hari pertama, Selasa (12/5), didedikasikan untuk sesi materi penuh yang dibawakan Dr. Phil. Hendris Wongso, S.Si., peneliti BRIN. Bertempat di Ruang Penataran, Dr. Hendris membedah secara berurutan kebijakan dan skema pendanaan penelitian BRIN, struktur dan komponen proposal, strategi menyusun proposal yang kompetitif, hingga teknik penyusunan Rencana Anggaran Biaya (RAB). Sesi ditutup dengan paparan studi kasus contoh proposal lolos serta diskusi dan tanya jawab interaktif bersama peserta.

Para peserta dari dosen UWKS dan perguruan tinggi mitra mengikuti sesi materi penuh dengan serius di Ruang Penataran UWKS, Selasa (12/5).

Dr. Lusy Tunik Muharlisiani, M.Pd. (Reviewer BRIN) memimpin coaching proposal Bidang Sosial Humaniora pada hari kedua, Rabu (13/5).

Memasuki hari kedua, Rabu (13/5), format kegiatan beralih menjadi coaching per bidang. Dr. Hendris Wongso kembali memimpin coaching proposal Bidang Saintek, sementara Dr. Lusy Tunik Muharlisiani, M.Pd., reviewer BRIN, mendampingi coaching proposal Bidang Sosial Humaniora. Sesi dilanjutkan dengan review proposal, konsultasi intensif untuk finalisasi naskah, serta diskusi akhir bertajuk insight reviewer yang dibawakan langsung oleh Dr. Lusy Tunik Muharlisiani.

Antusiasme peserta terlihat dari sesi diskusi yang berlangsung interaktif di kedua hari kegiatan. Sejumlah dosen membawa draft proposal mereka untuk dibahas satu per satu, baik dari rumpun saintek maupun sosial humaniora.

Dr. Santirianingrum Soebandhi, menyampaikan kegiatan ini diharapkan menjadi titik tolak peningkatan jumlah proposal UWKS yang lolos seleksi RIIM 2026. “Kami sengaja menghadirkan peneliti aktif sekaligus reviewer BRIN agar peserta memperoleh perspektif yang lengkap — dari sisi penulis maupun sisi penilai,” ujarnya.

Foto bersama narasumber, panitia, dan peserta Coaching Clinic Proposal Penelitian BRIN 2026 di akhir hari kedua kegiatan.

LPPM UWKS berkomitmen melanjutkan pendampingan hingga batas akhir pengajuan proposal RIIM Batch 2 BRIN 2026 agar daya saing riset sivitas akademika UWKS terus meningkat.

Reporter / Editor: Tim Humas LPPM UWKS. FotoDokumentasi Tim LPPM UWKS 2026