PASURUAN, 17 Mei 2026 — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Universitas Wijaya Kusuma Surabaya (UWKS) menggelar serangkaian kegiatan edukasi produksi susu sehat dan pelatihan diversifikasi produk olahan susu di Desa Ranuklindungan, Kabupaten Pasuruan. Kegiatan ini menyasar dua kelompok sasaran utama, yaitu anak usia dini di TK Dharma Wanita Ranuklindungan dan ibu rumah tangga serta pelaku usaha mikro di lingkungan desa.

Mahasiswa KKN Tematik UWKS memperagakan proses pemerahan susu menggunakan media peraga sapi kardus kepada siswa TK Dharma Wanita Ranuklindungan.
Rangkaian kegiatan tersebut merupakan implementasi tema KKN Tematik UWKS tahun 2026, yakni “Pemberdayaan Desa Ranuklindungan melalui Edukasi Produksi Susu Sehat dan Diversifikasi Produk Susu untuk Mendukung Ketahanan Pangan dan Ekonomi Lokal,” yang memperoleh hibah pendanaan dari DRTPM Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) RI melalui skema Pemberdayaan Masyarakat oleh Mahasiswa (PMM).
Di TK Dharma Wanita Ranuklindungan, mahasiswa memperkenalkan proses pemerahan susu menggunakan media peraga sapi berbahan kardus yang dilengkapi alat simulasi pemerahan. Materi diperkuat dengan pemutaran video animasi yang menggambarkan alur produksi susu, dari peternakan hingga menjadi produk konsumsi. Metode pembelajaran visual dan interaktif tersebut bertujuan menumbuhkan pemahaman anak-anak terhadap proses produksi susu sekaligus menanamkan kesadaran akan pentingnya susu bagi kesehatan sejak usia dini.

Mahasiswa KKN Tematik UWKS mendampingi siswa TK Dharma Wanita Ranuklindungan mencoba simulasi pemerahan susu pada alat peraga sapi kardus.
Untuk kelompok dewasa, mahasiswa menggelar pelatihan diversifikasi produk susu yang menyasar ibu rumah tangga dan pelaku usaha mikro. Materi pelatihan mencakup standar kebersihan dalam pengolahan, teknik pasteurisasi sederhana, hingga pengemasan produk agar layak jual. Pelatihan teknis dipandu oleh dosen pendamping dari Fakultas Kedokteran Hewan UWKS, Dr. Sheila Marty Yanestria, drh., M.Vet., yang menyampaikan pemahaman mengenai keamanan pangan dan teknik pengolahan susu menjadi produk turunan bernilai ekonomi tinggi.
Ketua Pelaksana KKN Tematik, Dr. Freshinta Jellia Wibisono, drh., M.Vet., menyatakan pendekatan dua jalur tersebut dirancang agar dampak program tidak bersifat sesaat, melainkan membentuk ekosistem hilirisasi produk susu yang berkelanjutan di tingkat desa.
“Anak-anak kami sentuh sebagai investasi jangka panjang, sementara ibu-ibu dan pelaku usaha kami dampingi agar dapur mereka mulai menghasilkan produk yang bisa dijual. Idealnya, dalam beberapa bulan, susu Ranuklindungan sudah punya kemasan dan label sendiri,” ujarnya.
Untuk mendukung implementasi program, tim KKN Tematik UWKS turut menyerahkan bantuan sarana berupa lemari pendingin (refrigerator) kepada mitra desa. Bantuan tersebut diharapkan dapat memperkuat rantai dingin pengolahan susu, sehingga kualitas susu mentah maupun produk olahan tetap terjaga sebelum dipasarkan. Penyerahan sarana ini sekaligus menandai komitmen pendampingan UWKS yang akan berlangsung hingga akhir tahun 2026.

Penyerahan bantuan lemari pendingin (refrigerator) sebagai dukungan pengolahan susu kepada mitra Desa Ranuklindungan.
Selain Dr. Sheila Marty Yanestria, drh., M.Vet., kegiatan ini juga melibatkan Dr. Harfiahani Indah Rakhma Ningtyas, S.ST.,M.SA, dari Institut Teknologi dan Bisnis (ITB) Yadika Pasuruan sebagai anggota tim pengabdian lintas institusi, yang turut memperkuat aspek pemasaran dan pengembangan usaha produk olahan susu di tingkat desa.
Melalui rangkaian kegiatan yang menyasar anak usia dini hingga pelaku usaha rumahan, mahasiswa KKN Tematik UWKS berharap potensi peternakan sapi perah di Desa Ranuklindungan dapat dikembangkan menjadi produk olahan bernilai tambah yang mampu memperkuat ketahanan pangan sekaligus menggerakkan ekonomi lokal. (*)
Reporter / Editor: Tim Humas LPPM UWKS, Foto: Dokumentasi Tim KKN Tematik UWKS 2026, Sumber dana: Hibah Pemberdayaan Masyarakat oleh Mahasiswa (PMM) DPPM Kemdiktisaintek RI Tahun 2026