📍 Jl. Dukuh Kupang XXV No.54, Surabaya
Logo LPPM UWKS
LPPM UWKS Lembaga Penelitian & Pengabdian
25 September 2026 • IN BERITA

LPPM UWKS Hadiri Forum STP dan Inovboyo 2.0, Perkuat Kolaborasi Riset Kota Surabaya

LPPM UWKS Hadiri Forum STP dan Inovboyo 2.0, Perkuat Kolaborasi Riset Kota Surabaya
Surabaya, 21 September 2026 – Universitas Wijaya Kusuma Surabaya (UWKS) melalui Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) berpartisipasi dalam forum pengembangan Science Techno Park (STP) Surabaya dan Inovboyo 2.0 yang diselenggarakan oleh Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Kota Surabaya.
Kegiatan yang berlangsung di Ruang Rapat Lantai 4 Kantor BRIDA Kota Surabaya, Jalan Jimerto Nomor 25–27, tersebut merupakan bagian dari persiapan aktivasi Science Techno Park Surabaya. Forum mempertemukan unsur LPPM atau direktorat riset dan inovasi bersama perwakilan mahasiswa dari 12 perguruan tinggi negeri dan swasta di Surabaya.

Dalam kegiatan tersebut, UWKS diwakili oleh Dr. Nurul Hidayah, drh., M.Imun., Ketua Pusat Unggulan IPTEK PT, bersama dua mahasiswa, yaitu Wahyu Bagus Budi Utomo dari Fakultas Kedokteran Hewan dan Siti Aliyana Rizka Febriyanti Karnawan dari Fakultas Teknik. Penugasan perwakilan LPPM dan mahasiswa tersebut merupakan wujud partisipasi UWKS dalam penguatan kolaborasi riset, inovasi, dan keterlibatan generasi muda dalam pembangunan Kota Surabaya.

Forum membahas pengembangan ekosistem yang mampu menghubungkan hasil penelitian dan inovasi perguruan tinggi dengan kebutuhan pemerintah daerah, masyarakat, serta dunia industri. Pengembangan STP dilatarbelakangi oleh masih banyaknya hasil riset dan inovasi kampus yang belum terhubung secara optimal dengan pengguna, pemilik permasalahan, maupun pasar.

Surabaya Urban Creative Hub di kawasan eks Hi-Tech Mall direncanakan menjadi pusat aktivitas STP. Fasilitas tersebut tidak hanya diarahkan sebagai ruang pamer inovasi, tetapi juga sebagai penghubung aktif antara perguruan tinggi, pemerintah, industri, komunitas, dan masyarakat.

Melalui STP, BRIDA Kota Surabaya akan memetakan persoalan daerah dan kebutuhan industri, mengkurasi hasil penelitian, mempertemukan inovator dengan pemilik permasalahan atau problem owner, serta membuka peluang pengujian inovasi melalui pendekatan living lab. Fasilitas yang direncanakan meliputi ruang pengembangan prototipe, inkubasi bisnis, konsultasi Kekayaan Intelektual, ruang kerja bersama, serta area pameran produk riset dan inovasi.

Dalam forum tersebut, Guru Besar Institut Teknologi Sepuluh Nopember, Prof. Endroyono, menekankan pentingnya pembagian peran yang jelas di antara seluruh pemangku kepentingan. BRIDA diharapkan dapat berperan sebagai front office, fasilitator, dan penghubung antara kebutuhan pemerintah kota maupun industri dengan potensi riset yang dimiliki perguruan tinggi. Penilaian terhadap inovasi juga perlu diarahkan pada manfaat dan dampak nyata yang dirasakan masyarakat.

Sementara itu, perwakilan LPPM Universitas Negeri Surabaya, Prof. Turhan, mendorong setiap perguruan tinggi untuk menyampaikan katalog hasil penelitian dan inovasi kepada BRIDA agar dapat dikurasi sesuai prioritas pembangunan Kota Surabaya. STP juga diharapkan mengakomodasi inovasi dari berbagai bidang, tidak hanya sains, teknologi, teknik, dan matematika, tetapi juga bidang sosial dan humaniora.

Selain pengembangan STP, forum turut membahas Inovboyo 2.0 yang dirancang lebih berorientasi pada kesiapan penerapan dan dampak inovasi. Program tersebut akan mempertemukan perangkat daerah atau industri sebagai pemilik permasalahan dengan tim inovator untuk mengembangkan solusi dan prototipe yang dapat diuji secara langsung.

Perguruan tinggi dapat berkontribusi melalui hasil penelitian, teknologi, tenaga ahli, fasilitas laboratorium, pendampingan, serta proses validasi. Mahasiswa juga memiliki ruang keterlibatan melalui tugas akhir, penelitian, Program Kreativitas Mahasiswa, program Merdeka Belajar Kampus Merdeka, capstone project, maupun kolaborasi lintas perguruan tinggi.

Forum ini diharapkan menghasilkan basis data potensi perguruan tinggi, katalog riset dan inovasi, problem bank Kota Surabaya, prototipe, pilot project, serta peluang kerja sama dengan pemerintah dan dunia industri. Dengan ekosistem tersebut, hasil penelitian diharapkan tidak berhenti sebagai dokumen akademik, tetapi dapat berkembang menjadi solusi, kebijakan berbasis bukti, dan produk inovatif yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Keikutsertaan LPPM UWKS dalam forum ini menjadi langkah penting untuk memperluas jejaring kelembagaan sekaligus membuka peluang partisipasi dosen dan mahasiswa dalam penyelesaian berbagai persoalan perkotaan. Partisipasi tersebut juga sejalan dengan komitmen LPPM UWKS untuk mendukung pengembangan riset yang relevan, kolaboratif, aplikatif, dan berorientasi pada kebermanfaatan.

Melalui sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah daerah, industri, mahasiswa, dan masyarakat, LPPM UWKS diharapkan dapat terus berkontribusi dalam membangun ekosistem riset dan inovasi yang berkelanjutan serta mendukung peningkatan daya saing Kota Surabaya.
← Kembali ke Warta LPPM
Bagikan: